Perayaan Literasi Sekolah & 45 Tahun Naning Pranoto Menulis Buku

Langit Jakarta cerah! Rabu, 30 April 2025, suasana di Aula PDS HB. Jassin Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat tampak ramai-meriah. Padahal waktu belum menunjukkan pukul 09.00 WIB, tapi derap kegiatan para pelajar dari berbagai sekolah yang lalu-lalang di sekitar aula tampak tergesa-gesa. Ada yang membawa lembar puisi, peralatan musik, kostum tarian, dan buku-buku yang akan diluncurkan. Semua properti dan alat musik tersebut menjadi bagian dari Pentas Sastrawi dalam rangka merayakan Gerakan Literasi Sekolah.

Di depan pintu aula, para tamu mulai berdatangan dan tertib mengisi buku tamu. Mereka datang dari Jabodetabek, Surabaya, Ngawi, Bandung, Yogyakarta, hingga Cirebon. Acara ini sekaligus meluncurkan buku 17 Pena Berkelana karya Tim Penulis Komunitas Kusuma Putih (KuPu) dan Indonesia Emas 2045 karya siswa-siswi SMA Don Bosco 2 Pulomas. Puncaknya adalah syukuran 45 tahun Naning Pranoto menulis buku—sekitar 200 judul selama kariernya.

Bedah Buku di Antara Taburan Bunga

Tamu yang hadir hampir 200 orang, meskipun kapasitas aula hanya 150 kursi. Para guru penggerak literasi duduk di barisan depan. Mereka telah lama bekerja sama dengan Rayakultura, lembaga yang didirikan oleh Naning Pranoto dan alm. Sides Sudyarto DS.

Guru-guru dari berbagai sekolah, termasuk SMA Don Bosco 2, SMP Katolik Abdi Siswa Patra, SMPK Ora et Labora, SMPN 115, SMA Maria Mediatrix, hingga SMP Vincentius hadir dengan total 75 siswa. Para siswa tampil membaca puisi, menari, dan monolog. Acara dipandu oleh Endang Sri Herminingsih, mantan pimpinan Sekolah Santo Markus II, kini menetap di Ngawi dan menjabat Ketua KuPu.

Suasana Penuh Bunga

Bunga di mana-mana. Sebagian besar tamu membawa buket bunga sebagai simbol suka cita. Tokoh-tokoh sastra seperti Nenden Lilis Aisyah, Bambang Trim, Kartini Nurdin (Pustaka Obor), Yeni Fatmawati, Yeyen Maryani, Yahya Andi Saputra, dan dr. Yakobus Prang Buwono turut hadir. Yahya Andi membacakan puisi “Kuingin Tidur di Jemarimu”, karya Naning Pranoto, yang ditulis sebagai terapi saat melawan kanker.

Pembahasan Buku

Maman S. Mahayana hadir sebagai pembahas dua buku: 17 Pena Berkelana dan Indonesia Emas 2045. Moderatornya adalah Hanna Chaterina George. Maman memuji buah pikir siswa SMA Don Bosco sebagai cerminan Gen-Z yang cerdas. Naning Pranoto menambahkan bahwa beberapa siswa yang menulis di buku tersebut lolos seleksi masuk universitas ternama lewat jalur prestasi sesuai tema tulisan mereka.

PDS HB. Jassin sebagai Tempat Pembelajaran

Retno Agustina Indriastuti dan guru-guru lain merasa bangga bisa membawa siswa tampil di PDS HB. Jassin, tempat belajar penuh makna tentang sastra. Maman S. Mahayana menegaskan bahwa semua warga negara berhak berkarya dan tampil di tempat ini.

Naning Pranoto mengucapkan terima kasih kepada Bapak Diki Lukman Hakim, M. Hum selaku Kepala Perpustakaan Jakarta dan PDS HB. Jassin yang telah mendukung penuh acara ini.

Ditulis oleh: Tim Rayakultura

Diterbitkan

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *