Bagaimana Agar Kebal Melawan Covid-19 Tidak Perlu Semua Vitamin Apalagi Dosis Tinggi

Dr Handrawan Nadesul | Corona

ANDALAN MELAWAN SERANGAN COVID-19 TINGGAL MENGEBALKAN SISTEM IMUN. Betul. Ketika Covid-19 sudah merajelela ke mana-mana tak lagi terbendung, karena semkain banyak orang terserang, akibat beberapa faktor — hanya tinggal satu-satunya yang bisa kita andalkan ialah kekebalan tubuh.

Tubuh memiliki sistem imun, perangkat tubuh memerangi segala bibit penyakit apa saja yang memasukinya. Perangkat itu merupakan sebuah sistem, yang selain ada di dalam sel darah putih, diperoduksi pula oleh sumsum tulang belakang, dan kelenjar thymus, lalu menjaga tubuh sebagai pasukan di kelenjar getah bening dan limpa (reticuloendthelial system).

Perangkat inilah yang sejak kita lahir sampai ujung hayat bekerja menggempur apa saja bibit penyakit yang memasuki tubuh agar tidak jatuh sakit infeksi. Begitu juga terhadap Covid-19. Masalahnya tidak semua orang kekebalan tubuhnya tangguh dan prima. Makin bertambah umur kekebalan tubuh kian menurun. Demikian pula apabila mengidap penyakit gangguan imunitas, termasuk HIV, otoimun, dan pengaruh obat penekan imunitas yang dibutuhkan bila reaksi antibodi tubuh berlebih (immunosuppressive agent).

Faktor lain yang memperburuk sistem imun bila kita merokok, kurang mengkonsumsi buah dan sayur, kurang exercise, berat badan berlebih, peminum alkohol, kurang tidur. Lalu bagaimana agar sistem imun tubuh bisa didongkrak supaya terungkit lebih tangguh dan prima? Dengan memilih gaya hidup sehat. Betulkah bisa dengan tambahan macam-macam?

Tidak selalu mudah, oleh karena sistem imun tersusun oleh berbagai jenis sel kekebalan yang berbeda-beda untuk menyerang bibit penyakit yang berbeda-beda. Lalu perlu mengungkit sel kekebalan mana untuk penyakit apa itu yang jadi masalah.

Bahwa semakin hari sistem imun tubuh bertambah kaya apabila semakin sering terserang bibit penyakit. Sistem imun punya memori untuk mengenali bibit penyakit, sehingga dengan ingatan itu bibit penyakit yang sama akan dengan mudah disergap dan dibunuhnya, dengan cara demikian tubuh kebal terhadap penyakit yang pernah bikin tubuh sakit itu.

Pasukan terhebat dari sistem kekebalan ada dua jenis yakni yang sel (cellular) berupa sel darah putih utamanya lymphocytes, yang diwakili oleh T-cell, sel andalan penumpas bibit penyakit yang pada orang HIV sel itu lumpuh. Dan ada pula B-cell yang diprosukdi Bursa omentalis, yang bekerja sama dengan T-cell menumpas bibit penyakit.

Selain itu kekebalan yang bersifat cairan atau humoral. Semua sistem kekebalan disebar tubuh ke semua bagian tubuh lewat markas-markasnya di kelenjar getah bening, selaput lendir tubuh mana saja, dan limpa. Maka perlu zat pengangkat fungsi darah dan saluran getah bening agar pasukan kekebalan tubuh bisa disebarkan ke mana saja bagian tubuh saat diperlukan. Bibit penyakit yang memasuki saluran pernapasan, pasukan pengawal yang berada di selaput lendir atau mucosa saluran pernapasan di hidung, tenggorokan dan kerongkongan, di situ bibit penyakit mula pertama disergap, lalu mati, dan penyakit gagal muncul.

Namun kalau pasukan garda depan kalah perang melawan serbuan bibit penyakit karena jumlahnya atau keganasannya, maka bibit penyakit terus menerobos memasuki organ tubuh. Di sana bibit penyakit melawan sistem kekebalan di kelenjar getah bening. Peperangan terjadi lagi dan bila tubuh kalah maka bibit penyakit terus berbiak menimbulkan penyakitnya. Tubuh jadi jatuh sakit. Proses itu berlangsung selama masa tunas penyakit. Covid-19 perlu 14 hari inkubasinya.

Kembali ke sistem imun, paling kurang membutuhkan nutrisi tubuh yang lengkap, karena sel maupun cairan kekebalan memerlukan bahan baku untuk meproduksi sistem imun, khsusnya asam amino atau gugus protein, Kecukupan asupan menu harian berprotein tinggi menjadi pentiing, khususnya telur. Jadi bukan vitamin yang macam-macam melainkan menu bergizi lengkap 45 jenis nutrient. Untuk itu kita perlu menjadi pemakan segala, selain meja makan lebih dari 4 menu.

Diketahui apabila tubuh kekurangan beberapa vitamin mineral, sebut saja vitamin, A,B,C. D, dan E, selain asam folat (folic acid) respons imun menurun. Artinya daya serbu sistem imun lemah, maka vitamin ini diperlukan. Termasuk apabila kekurangan mineral dan trace elements zinc (Zn), iron (Fe zat besi), dan selenium (Se). Sedang vitamin yang lainnya tidak sebesar peran yang disebut di atas agar sistem imun berfungsi normal. Anjuran suntikan vitamin C dosis tinggi atau megadosis tidak masuk akal medis karena memang tidak diperlukan, seperlu menu bergizi lengkap.

Salam sehat,
Dr HANDRAWAN NADESUL


Ingin berlangganan artikel? Isi kolom berikut ini (gratis).


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
[contact-form-7 404 "Not Found"]